Langsung ke konten utama

Apakah Gus Dur Seorang Sarjana?

Gus Dur
Seorang bule berjalan-jalan di Jakarta. Karena merasa tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual gorengan. "Apa betul ini Jalan Sudirman?" "Ho oh," jawabnya.
Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. "Apa ini Jalan Sudirman?" Polisi menjawab, "Betul."

Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas. "Apa ini Jalan Sudirman?" Gus Dur menjawab "Benar."

Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu ia bertanya kepada tukang gorengan dijawab "Ho oh," lalu tanya polisi dijawab "betul" dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata "benar."

Gus Dur diam sejenak, lalu menjawab, "Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah ho oh, kalau bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau bertanya kepada tamatan perguruan tinggi maka jawabannya benar."

Bule itu puas dengan jawaban Gus Dur, mengangguk dan akhirnya bertanya, "Jadi Anda ini seorang sarjana?". Dengan spontan Gus Dur menjawab, "Ho..oh!" sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Islamnya Gus Dur, Islam Cinta

Gus Mus Bagi Wakil Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri yang kerap disapa Gus Mus, Islamnya Gus Dur adalah Islam yang sarat dengan cinta. Karena Gus Dur menyadari semua manusia di dunia sebagai saudara. Semua manusia adalah anak-cucu Nabi Adam. “Gus Dur tidak penah membenci maupun mengucilkan sebuah golongan atau komunitas. Karena, Gus Dur melihat mereka sebagai manusia, bukan sebagai orang kafir,” kata Gus Mus pada acara hau ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Yogyakarta, Senin (16/12). Gus Mus juga menyampaikan, Gus Dur adalah sosok yang mencintai Indonesia sebagai orang Indonesia. Pemahaman Islam ini mengantarkan Gus Dur menjadi guru bangsa. Gus Dur orang yang menyadari, menghayati dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam. Inilah wujud dari hubbunnas, cinta sesama manusia. Banyak orang yang sadar atau mampu menghayati nilai Islam. Namun tidak sedikit pula yang tidak bisa mengamalkan nilai itu, tegas Gus Mus. Gus Mus tidak bisa hadir dalam acara haul di Yogyakarta....

Zakat dan Pendidikan

Zakat dan Pendidikan Negara kaya raya yang laksana zamrud di katulistiwa dengan perairan luas yang konon bukan lautan tapi merupakan kolam susu dengan tanah yang mahasubur hingga tongkat dan batu jadi tanaman ini telah berusia enam puluh dua tahun dengan enam kali ganti pimpinan. Setengah lebih usianya, yakni selama 32 tahun pernah digawangi oleh sebuah keluarga besar, Keluraga Cendana. Suatu kali, pernah dipimpin bapak dan anak seperti sebuah dinasti. Lalu pada kesempatan lain pernah juga dipimpin oleh ilmuwan jenius alang kepalang, dan pada kali lainnya pernah dipimpin oleh seorang kiai. Beda orang dan kepribadian, beda pula gaya kepemimpinan dan kebijakkannya. Namun dari pengalaman dipimpin oleh bermacam-macam tipe pimpinan, tetap saja menyisakan sebuah titik persamaan realita kehidupan bangsa Indonesia: Anggaran pendidikan sebesar 20 persen yang merupakan amanah Undang-Undang Dasar 1945 belum juga terwujud. Zakat untuk Pendidikan Pendidikan adalah investasi masa depan untu...

Posisi Jari-Jemari Ketika Shalat

Ilustrasi Jarang orang berpikir mengenai fungsi jari-jari tangannya. Seolah dibiarkan bergerak begitu saja. Padahal kita dapat memanfaatkannya sebagai  pendulang pahala, jika mengetahui tata caranya. Karena banyak laku ibadah yang sepele, jika diniati sebagai sebuah kesunnatan akan mendatangkan pahala. Termasuk didalamnya adalah mengenai letak jari-jari dalam shalat. Jangan biarka jari-jari tangan kita bergerak demikian saja dalam shalat. kadang renggang dan kadang rapat. Karena ada tata cara dan waktu khusus untuk merenggangkan atau merapatkan jari-jari dalam shalat. Disunnahkan merenggangkan (sekadarnya) jari-jari tangan dalam shalat ketika mengangkat tangan untuk  takbiratul ihram, ruku’, bangun dari ruku’ (I’tidal), dan berdiri dari tahiyat awal.  Demikian pula sunnah hukumnya merenggangkan jari-jari ketika rukuk. Artinya jari-jari direnggangkan ketika menekan lutut. Berbeda halnya ketika dalam keadaan sujud. Hendaknya posisi jari-jari rapat dan mengarah ki...